Beberapa waktu terakhir, seluruh sekolah yang ada di
Indonesia baik itu SD, SMP, SMA, maupun Perguruan Tinggi, memulai tahun
pelajaran baru dan menerima siswa ataupun mahasiwa baru ditempatnya
masing-masing. Angkatan-angkatan barupun terbentuk diberbagai tingkatan
sekolah, dan angkatan ini terdiri dari berbagai siswa/mahasiwa dengan asal yang
beragam.
Ditingkat
universitas tentunya angkatan baru ini lebih banyak dan beragam. Universitas
biasanya menerima lebih banyak orang daripada tingkatan sekolah dibawahnya.
Terkadang sebuah universitas dapat menerima empat sampai tujuh ribu mahasiswa
baru, walaupun ini tetap tergantung pada universitas masing-masing. Dengan
jumalah yang banyak tersebut, tentunya tidak mudah membentuk sebuah angkatan
yang kompak dan dapat bekerja sama dengan baik, apalagi dengan keadaan yang
masih sama-sama baru kenal, tentunya akan menjadi penghalang tersendiri bagi
mereka untuk lebih akrab. Seringkali, masih ada beberapa orang yang masih
malu-malu untuk mencari teman dan mengajak berkenalan.
Karena
sulitnya membentuk angkatan yang kompak jika dilakukan langsung secara tingkat
universitas, maka biasanya akan dipermudah dengan mempererat terlebih dahulu
hubungan antar mahasiswa difakultas atau departemen masing-masing. Biasanya,
satu departemen berjumlah sekita seratus orang. Ini tentunya akan lebih mudah
daripada empat ribu orang sekaligus. Jika telah mendapatkan kemudahan seperti
ini, maka membentuk angkatan yang kompak dan solidpun akan menjadi lebih mudah
untuk diwujudkan.
Untuk
menjadi angkatan yang solid, tentunya dapat diwujudkan dengan berbagai cara. Biasanya
disuatu universitas telah ada senior-senior yang bersedia membantu dengan
menyediakan berbagai acara yang bermanfaat guna untuk mewujudkan angkatan yang
solid. Biasanya untuk meningkatkan kekompakkan didalam sebuah angkatan,
diadakanlah acara perkenalan bisa berupa buku angkatan, pertemuan rutin
angkatan, dsb. Bisa juga berupa permainan yang menarik dan menantang seperti
footsal angkatan, volley angkatan, Dota se-angkatan, dsb. Memang terlihat sulit
untuk dilaksanakan, namun jika tantangan ini berhasil dilaksanakan dengan baik
maka akan memberikan kebanggaan tersendiri kepada seluruh anggota angkatan tersebut
tentunya dengan konsep yang matang, terukur dan terjadwal.
Selain
acara perkenalan dan permainan, biasanya senior-senior akan memberikan tugas
yang juga harus melibatkan semua anggota angkatan. Tugas-tugas seperti ini
walaupun sulit, mau tidak mau harus tetap dilaksanakan karena sebenarnya di
dalamnya tetap ada tujuan tersendiri. Agar semua anggota dalam angkatan ini
dapat melaksanakan tugas-tugasnya dengan baik, maka tentunya dibutuhkan
seseorang yang berinisiatif, berani dan bertanggungjawab untuk mengambil peran
sebagai seorang ketua. Dalam mewujudkan sebuah angkatan yang solid, peran
seorang ketua sangat diperlukan. Sebuah
komunitas besar ataupun kecil tidak akan dapat melaksanakan fugsinya dengan
baik jika tidak ada seorang pemimpin yang berdiri di atasnya untuk memberi
arahan kepada anggotanya. Maka seluruh anggotapun harus menghargai apa yang
telah diamanahkan sebagaiamana yang telah ditugaskan sehingga seluruh hal akan
berjalan dengan baik dan lancar.
Dalam
sebuah angkatan, setiap anggota angkatan harus melaksanakan tugas yang
dilimpahkan kepadanya dengan baik. Anggota angkatan juga harus aktif mencari
atau menyebarkan sebuah informasi yang berguna bagi angkatanya. Jika
mendapatkan informasi yang penting bagi angkatannya maka tidak boleh egois
harus menyampaikan kepada rekan angkatannya. Bahkan terkadang, anggota angkatan
harus rela berkorban, baik waktu dan tenaga untuk anggota-anggota yang lain
yang mungkin juga memiliki kemampuan menjadi tidak diperhitungkan dan mungkin
ada beberapa orang yang menjadi merasa santai karena merasa telah ada orang
dapat diandalkan. Dengan apa yang telah saya bahas di atas, dengan otomatis
karakter kita dapat terbentuk dengan sendirinya baik karena pengaruh kawan
anggota angkatan atau paksaan bisa juga terdesak.
Jadi
dalam sebuah angkatan adalah media dimana kita dapat membentuk sebuah karakter
pribadi yang lebih dewasa dan peka. Biasanya sebuah angkatan jurusan mempunyai
jargon dan lambang yang memiliki arti dan menjadikannya suatu sasaran bagi
seluruh angkatannya. Menjadikannya sebagai perekat atau kekompakan sebuah
angkatan. Pada akhirnya didalam sebuah angkatan juga harus ada rasa saling
percaya dan rasa sedia untuk saling berbagi. Setiap anggota yang ada harus
berinisiatif dan berusaha memberikan yang terbaik untuk angkatannya karena
dalam hidup ini kita tidak dapat selalu mengandalkan orang lain, dan terkadang
kita juga harus memulai dari diri kita sendiri.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar